Bicara Itu Ada Seninya
Judul Buku : The Secret Habits to Master Your Art Of Speaking "Bicara Itu Ada Seninya" Rahasia Komunikasi Yang Efektif
Penulis : Oh Su Hyang
Tahun : Cetakan Ketiga Juli 2018
Jika di bidang musik ada orang yang "buta nada", di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang "buta ucapan". Mereka adalah orang yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Bahkan, kadangkala mereka hanya sekedar menghapal istilah yang sedang tren atau rumor terbaru. Kalau mereka berhasil dalam sebuah percakapan, mungkin mereka akan berkata bahwa mereka telah berusaha, tetapi mereka hampir tidak pernah dibilang sebagai pembicara yang baik oleh audiens atau lawan bicaranya. Ibarat seseorang yang bernyanyi sumbang tidak akan pernah disebut penyanyi top saat ia meninggikan suara tenggorokannya.
Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil tarikan napas? Tidak. Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik sendiri. Ucapan pemandu acara nasional Yoo Jae Suk memiliki kemampuan menghidupkan suasana akhir pekan. Lain lagi dengan pembawa acara Kim Gura; kekuatan kalimatnya yang terus terang adalah kejujuran. Sedang penyiar berita Son Suk Hee kerap melontarkan pertanyaan yang tajam dan dingin. Mereka bertiga mampu mengguncang hati pendengar hanya dengan sebuah ucapan. Bisa dibilang mereka adalah juara dalam berbicara.
Sedemikian pentingnya ucapan. Kita harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri kita kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, kita harus mengetahui mode komunikasi yang efisien.
Bab 1 Perbedaan Juara 1 dan Juara 2 Terletak pada Ucapannya
Kesan pertama sangatlah penting dalam sebuah pertemuan. "Tidak apa - apa kali ini tidak memberikan kesan yang baik, pertemuan berikutnya kan bisa" adalah anggapan yang salah. Sebab janji untuk bertemu berikutnya akan terjadi jika anda telah memberi kesan yang baik sebelumnya dan telah membentuk sebuah "hubungan". Oleh karena itu persiapkan sebaik - baiknya untuk memberi kesan pertama yang positif. Paras, dandanan, pakaian dan gaya rambut yang baik memang tidak bisa diabaikan. Namun ucapan lah yang lebih penting. Ucapan adalah sarana penting untuk menilai seseorang secara keseluruhan. Melalui ucapan, kita memperoleh kesan baik dari lawan bicara dan dapat menunjukkan sisi menarik diri kita kepada lawan bicara.
Ucapan mencerminkan keadaan seseorang apa adanya. Kita dapat langsung mengetahui apakah seseorang itu logis atau tidak hanya dengan berbincang sebentar dengannya. Oleh karena itu, berbicara menunjukkan pola pikir logis harus dilatih. Berikan alasan yang tepat untuk argumen anda, hindari lompatan logika dan melebih - lebihkan, konsisten dalam bersikap, gunakan kata - kata yang sederhana, dan tetap tenang.
Mengungkapkan diri lewat storytelling. Storytelling merupakan cara untuk memperkenalkan diri yang sangat efektif, tidak hanya untuk wawancara, tetapi juga dalam pertemuan bisnis ataupun pribadi. Latihan storytelling atau menyampaikan cerita sama saja seperti mengasah kemampuan komunikasi. Jika anda berencana ingin menjadi pembicara, berlatih storytelling akan sangat membantu. Kalaupun tidak ingin menjadi pembicara, latihan ini akan menjadi senjata besar dalam kehidupan sosial anda.
Membuang rasa takut saat berbicara, bebas dari luka atau rasa rendah diri akan membuat kita dapat berbicara dengan sorot mata yang tajam dan menyentuh hati para pendengar. Diceritakan mengenai Barack Obama saat berusia 2 tahun, ayahnya berasal dari Kenya dan berkulit hitam bercerai dari ibunya yang berkulit putih. Lalu ibunya menikah kedua kalinya dengan orang Indonesia, sedangkan ia tumbuh dalam asuhan kakek - neneknya di Hawaii. Meskipun ia berkulit hitam, ia adalah "anak blasteran" yang tidak diakui oleh murid - murid kulit hitam apalagi kulit putih. Trauma dan rasa rendah diri muncul dalam dirinyaa sehingga membuatnya tersesat. Namun dia menjadikan trauma dan rasa rendah dirinya sebagai energi untuk tumbuh dan menarik dirinya secara terus menerus. Oleh karena itu ucapannya yang penuh rasa percaya diri dapat menggerakkan hati banyak orang. Dia memiliki kemampuan berpidato yang mumpuni dan kini menjadi presiden yang diakui sebagai orator ternama. Sama halnya dengan Steve Jobs. Ia merasa trauma dan rendah diri karena merupakan anak adopsi. Ia pernah tersesat dan menggunakan obat - obatan terlarang, meninggalkan bangku kuliah dan terjun ke dunia komputer yang tidak menjamin masa depannya. Kehidupannya di bawah rata - rata. Namun hal ini bukan menjadi hambatan baginya dan ia menjadi salah satu orang yang paling pandai berbicara di seluruh dunia.
Albert Mehrabian, psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara. Menurutnya, ucapan dipengaruhi 7% oleh isi, 38% oleh suara, dan 55% oleh gerak tubuh. Suara dan gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama. Untuk bisa berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus diterapkan dengan baik diantaranya; penampilan yang baik, selalu tersenyum, pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil, sikap percaya diri, dan gestur yang tepat.
Ada seorang wanita yang mampu membangun kerajaan media bernilai satu miliar dolar hanya dengan "mulut" - nya. Ia adalah Oprah Winfrey. Saat pertama kali dia membawakan acara, peringkatnya sangat rendah dan hanya menjadi program bincang - bincang kelas tiga di wilayah Chicago. Namun dalam waktu sebulan, ia berhasil melambungkan peringkat acara ini dan mengubahnya menjadi Oprah Winfrey Show yang tayang secara nasional. Dia hanya berasal dari kawasan Harlem yang kumuh, tidak memiliki prestasi akademis, dan tidak menarik, serta pernah mengalami kekerasan seksual. Namun dia dapat menjadi pembawa acara bincang - bincang terbaik di Amerika berkat kemampuan bicaranya yang mumpuni. Dia mampu memberikan ucapan yang hangat serta merangkul dan menghibur lawan bicara. Cara bicaranya inilah yang mengubah hidupnya. Hidup akan berubah dika pemikiran berubah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa perilaku penting dalam kehidupan. Hidup akan berubah jika perilaku berubah. keduanya benar. Jangan abaikan bahwa ucapan pun memiliki porsi yang sama pentingnya dengan pikiran dan perilaku.
Bicaralah seperti orang yang anda impikan. Berbicaralah dengan antusias dan bertingkah seolah anda telah sukses. Mulai sekarang berbicara sambil membayangkan bahwa anda akan segera sukses, maka tak lama lagi impian anda akan terwujud.
Komentar
Posting Komentar